Sabtu, 17 Juli 2021

Dava bisa Lanjut Sekolah

 

Dava adalah anak pertama dari 2 bersaudara tinggal bersama ibunya, karena keluarga mereka bercerai. Saat sebelum pandemi, penghasilan sang ibu tidak ada masalah, dengan pekerjaan ART di sebuah keluarga dengan penghasilan berdasarkan kehadiran pada keluarga tersebut. Sehingga dalam seminggu bisa 5 sd 6 kehadiran dan dibayar berdasarkan kehadirannya.

Namun dengan adanya pandemi, maka keluarga yang memperkerjakan ibunya, mengurangi juga hari kehadirannya. Hal ini sangat berpengaruh pada penghasilan sang ibu.

Dava tahun ini lulus dari sebuah sekolah dasar dan harus melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Akhirnya Dava dapat diterima di sebuah SMPN di daerah Poncokusumo.


Suatu hari sang ibu datang ke Panti Asuhan Ati Wening untuk memohon agar Dava bisa menjadi Anak Asuh kami, dan kamipun menerima permohonan dari ibu Dava. Sehingga mulai tahun ajaran baru ini, Dava menjadi Anak Asuh dari Panti Asuhan Ati Wening.Semoga Dava kelak menjadi orang baik yang berguna bagi banyak orang.

Terima kasih sangat pada para donatur yang telah membantu kami dalam doa & materi, sehingga anak asuh kami dapat lencar dalam merajut masa depannya.

Lismila Bisa Lanjut MTs

 

Lismila tinggal bersama kedua orang tuanya, yang mana orang tuanya bekerja sebagai buruh tani di ladang2 sekitar rumah tinggal mereka. Dan mereka dari keluarga yang sangat sederhana. Lihat foto di bawah ini adalah Lismila bersama ibunya di teras rumahnya.


Lismila adalah anak kedua dari 2 bersauadara, yang mana kakak kandungnya  sudah menikah, namun kondisi keuangan juga tidak mencukupi untuk membantu sang adik dalam sekolah. Kakak kandungnya bekerja sebagai buruh tani juga di sekitar tempat tinggal mereka.

Setelah lulus SD, orang tua Lismila memasukkan anaknya masuk ke Madrasah Tsanawiyah di Poncokusumo. Meski kedua orang tuanya bekerja sebagai buruh tani, namun berharap agar Lismila tetap bisa melanjutkan sekolah dan menggapai cita-citanya.

Sang kakak yang mewakili ibu Lismila datang pada kami dan berharap kami bisa membantu.  Kamipun menerima permohonan tersebut untuk membantu sekolah dari Lismila, harapan kami Lismila bisa menggapai cita-citanya. Lismila masuk sebagai Anak Asuh kami di tahun ajaran baru.

Terima kasih pada semua donatur yang telah membantu kami, dalam doa dan materi, sehingga anak2 asuh kami tetap bisa melanjutkan pendidikan mereka.

Irul Ingin Tetap Sekolah

 

 
Irul adalah panggilannya, namanya Khoirul. Sejak meninggalnya bapak dari Irul (2020), maka ia menjadi anak yatim & tidak memiliki biaya untuk melanjutkan ke jenjang lebih tinggi. Irul selama ini tinggal di rumah neneknya, sedangkan ibunya menjadi TKI yang entah bagaimana menjadi kurang komunikasi dengan ibunya.

Irul adalah adik dari Dani anak asuh juga (meski beda bapak), beberapa tahun lalu saat sang bapak dipenjara, Irul tinggal bersama neneknya dan Dani dititipkan untuk tinggal di Panti Asuhan Ati Wening. Dan sejak sang bapak bebas dari penjara, maka keluarga mereka berkumpul kembali (bapak, Dani & Irul). Dani diasuh kembali oleh sang bapak (meski sang ibu masih menjadi TKI). Mereka tinggal di rumah neneknya bersama sang bapak.

Namun tahun 2020, Pak Karim (nama bapak Irul) meninggal dunia karena sakit, sehingga mengakibatkan keluarga mereka kembali kehilangan penghasilan. Karena selama ini yang menjadi sumber penghasilan utama adalah sang bapak. Akibatnya Dani dan Irul harus pindah tempat tinggal dari rumah nenek ke rumah Bu Yuyun yang merupakan kakak mereka (beda ibu), karena sang nenek tidak memiliki penghasilan.

Oleh sebab itu, Bu Yuyun memohon pada kami untuk bisa menerima Irul menjadi anak asuh juga. Kebetulan tahun ajaran baru ini, Irul masuk ke SMP dan diterima di SMP Poncokusumo. Suami dari sang kakakpun tidak memiliki penghasilan tetap. 
 
Perlu diketahui bahwa almarhum bapak dan ibu yang masih jadi TKI, masing2 telah menikah untuk kesekian kalinya. Dan masing2 dikaruniai anak dari pasangan masing2. Sehingga terdapat beberapa garis keturunan yang agak rumit, misalnya : Bu Yuyun adalah kakak dari kedua anak tsb, tetapi beda ibu kandung dan berasal dari almarhum bapak kandung. Sedangkan Dani merupakan kakak tiri dari Irul dari yang berasal dari ibu kandung yang sama, namun beda bapak kandung.

Tetapi semua itu tidak penting bagi kami, yang paling penting bahwa Irul dan Dani sangat membutuhkan biaya untuk kelangsungan pendidikan mereka. Sehingga kami memutuskan untuk membantu kakak beradik Dani & Irul dalam Program Anak Asuh. Yang mana Dani (kakak dari Irul), telah menjadi anak asuh sejak 4 Februari 2019 (ada pada postingan sebelumnya).
 
Irul membawa Kartu Pelajar
 
Semoga Dani & Irul, kelak menjadi orang2 yang berguna bagi orang lain.
 
Terima kasih tak terhingga untuk para donatur yang selama ini telah membantu dalam doa & materi pada kami dalam membantu biaya pendidikan anak2 ini.

Kamis, 15 Juli 2021

Andre & Dinda Masuk Juli 2021

Tahun ajaran baru ini, kami menerima Andre & Dinda yang tinggalnya memang bertetangga, hanya beda beberapa rumah saja.

Dinda

Dinda sejak masih SD sudah sering ikut kegiatan2 di Panti Asuhan Ati Wening (selanjutnya akan disebut dengan : Ati Wening). Namun baru setelah lulus SMP dan saat melanjutkan ke SMK, Dinda menjadi anak asuh di Ati Wening. 

 

Dinda melanjutkan ke SMK Sunan Ampel di Ponc0kusumo, adalah anak kedua dari dua bersaudara. Orang tuanya sehari-hari bekerja sebagai petani penggarap di ladang orang lain.

 

Andre

Andre sebelum menjadi anak asuh di Ati Wening, juga selalu mengikuti berbagai kegiatan di Ati Wening. Sehingga Andre tidak asing lagi dengan Ati Wening.


Orang tua Andre sehari-hari bekerja sebagai petani penggarap di ladang2. Tahun ajaran baru ini, Andre masuk sekolah SMP Sunan Ampel di Poncokusum0

Kedua anak asuh yang bertetangga ini merupakan anak2 yang bersemangat dalam sekolah.

Kami berterima kasih atas donasi dari para donatur, baik berupa doa maupun materi untuk membantu kelancaran sekolah dari anak2 yang kami bantu.